my edelweis

my edelweis

Sabtu, 21 Januari 2012

Cerita Tentang LDR

LDR, Long Distance Relationship
Mungkin menurut orang banyak, LDR itu keren, hebat, atau apalah.
Banyak pula yang menganggap LDR itu menyebalkan, susah, berat diongkos dan pulsa.
Memang iya sih. Ada plus minus nya menjalin hubungan jarak jauh ini.
Ini bukan cerita karangan, atau aku mengangkat tema ini dari orang lain.
Tapi cerita ini aku alami dan rasakan sendiri, pahit manisnya, suka duka nya dan yang lain-lain.
Perlu diketahui kalau LDR ini memang tidak mudah, semua harus serba ekstra.
Yap, ekstra sabar, ekstra pengertian, ekstra perhatian, ekstra pengeluaran pula. hehe kalau untuk hal yang ini sudah pasti..!
Memang sih, hubungan jarak jauh yang aku alamin nggak sejauh yang dibayangkan, masih didalam pulau Jawa juga. Tapi sebenarnya walaupun masih dalam satu pulau, rasanya tetap saja sama.
Sangat bersyukur sekali perkembangan tekhnologi cukup pesat, sehingga jarak jauh pun tidak menjadi halangan. Tiap hari ber sms ria, bbm, telepon malam hari, bahkan sampai berjam-jam. Banyak sekali hal-hal yang dibicarakan. Memang terkadang rasa jenuh dan bosan ada, tapi itu hal yang biasa.
Karena memang kita tidak bisa bertatap muka secara langsung.
Yang terpenting dalam hubungan jarak jauh ini adalah
1. Menjaga Komunikasi
Komunikasi yang tidak lancar akan menjadi batu sandungan dalam suatu hubungan pacaran jarak jauh. Sesekali kirimkan sms cinta yang romantis, karena hal itu dapat membuat pasangan kita merasa tersanjung. Cukup bilang ' I Love You' pun si dia pasti akan merasa senang.
2. Percaya dan Kepercayaan
Tumbuhkan rasa percaya diantara kita. Saling percaya adalah modal utama untuk membangun hubungan pacaran jarak jauh.

3. Jadwal Pertemuan
mengatur jadwal pertemuan dengan sang Kekasih tercinta. Jika jaraknya cukup dekat, bisa satu bulan satu sampai dua kali pertemuan. Namun jika jaraknya terlalu jauh, bisa disesuaikan kembali dengan jadwal libur kerja atau kuliah misalnya dan tentunya sesuaikan ongkos perjalanan yang biasanya cenderung mahal. Bisa juga jika kita melakukan SiDak (Inspensi Mendadak), sehingga ada efek kejutan atau surprise, tapi perhatikan dan cari informasi tentang rutinitas dan jadwal kegiatan do'i. Jangan sampai saat berkunjung ke kotanya sementara dia juga lagi keluar kota (Mungkin Mengunjungi yang Lain).

4. Hindari Rasa Bosan terhadap Pasangan
Dalam Hubungan Pacaran Jarak Jauh, Rasa bosan adalah salah satu penyebab hancurnya suatu hubungan. Jika kita mulai merasa bosan, Coba pandangi fotonya lagi dan bayangkan masa-masa indah bersama dia. Berpikirlah seribu kali jika anda mau mengatakan saya bosan kepadanya. Karena itu biasanya hanya
perasaan yang muncul sesaat saja.
5. Pikirkan matang-matang mau dibawa kemana Hubungan ini
Tidak semua orang bisa menjalani hubungan jarak jauh dengan baik. Perlu banyak kesabaran dan usaha untuk melewati itu semua. Coba pertimbangkan positif dan negatif hubungan yang tengah dijalani. Apakah kita dan pasangan bahagia? Apakah kita lebih sering bertengkar daripada bermesraan? Apakah hubungan berubah menjadi buruk setelah kekasih pindah ke kota lain? Dan berbagai hal lainnya. Jika setelah ditimbang ternyata hal buruk lebih unggul, tak ada salahnya kita berpikir dua kali melanjutkan hubungan jarak jauh. Jangan tergesa-gesa mengakhiri hubungan, bicarakan dulu baik-baik dengan Do'i. Beri alasan dan argumen yang tepat. Pada akhirnya, akan sangat baik jika anda dan pasangan bisa menemukan jalan keluar. Siapa tahu adanya perubahan malah akan membuat lebih mesra. Tapi jika tidak, kenyataan pahit memang harus ditempuh. Lagian siapa yang mau terus-terusan sedih dan menderita karena cinta. 
6. Percaya dan Sabar
Ketika sudah berkomitmen untuk hubungan jarak jauh, kepercayaan pada pasangan sangat penting. Jika tak bisa percaya pada pasangan sebaiknya kita berpikir dua kali sebelum menjalani hubungan jarak jauh. kita bisa lelah sendiri disiksa kecurigaan dan kecemburuan karena tak bisa selalu mengawasi sang kekasih. Jika ada perasaan curiga atau gelisah, langsung ungkapkan kepadanya. Jangan dipendam sendiri dan berkembang menjadi masalah.
Keadaan emosi memang sulit dikontrol. Kadang kesal sedikit bisa jadi masalah. Khusus untuk pasangan jarak jauh, kesabaran adalah aspek yang penting. Seperti dilansir lovearticle, emosi pasangan pada hubungan jarak jauh lebih mudah meledak. Padahal seharusnya pasangan tersebut sangat menghargai saat-saat ketika mereka bertelepon atau bertemu.
Karena itu, jika muncul masalah sebaiknya coba bersabar dan jangan langsung meledak. kita harus ingat, pertemuan dan komunikasi yang cukup sulit sebaiknya diisi dengan hal-hal yang menyenangkan supaya hubungan lebih mesra. Selalu akhiri pembicaraan dengan kata-kata yang manis.
7. Prediksi masa depan
Hubungan yang punya tujuan, pasti bikin kita dan pasangan lebih semangat menjalaninya. Jika memang sudah saatnya tak ada salahnya menguatkan komitmen. Setidaknya jangan menghindar jika membicarakan hal tersebut. Suatu hubungan terutama jarak jauh perlu ‘iming-iming’ yang membuat kita dan pasangan tetap kuat. Setidaknya ada sesuatu yang diharapkan dan dituju


 






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar